• Breaking News

    Dampak Virus Corona, Harga Bahan Pokok di Pasar Dumai Mulai Meroket


    DUMAI - Sudah Hampir 2 Pekan (Minggu) Persoalan Virus Corona (COVID 19) ini melanda Indonesia, bahkan sudah menjadi persoalan skala Nasional bahkan Internasional.

    Terkait persoalan ini,  Pemko Dumai telah menetapkan status siaga darurat Non Bencana Alam, dalam rangka pencegahan Virus Corona atau Covid-19‎ ini berlaku hingga satu bulan, yakni mulai dari 19 Maret 2020 sampai 19 April 2020. 

    Pemko Dumai juga telah membentuk tim cepat pencegahan dan penanganan Covid-19 di Kota Dumai.

    Dengan adanya persoalan ini, sepertinya menjadi dampak kenaikan harga-harga bahan pokok yang kini mulai meroket di pasar Dumai. Salah satunya di Pasar Bundaran. 

    Hasil survei media erapublik.com pada Senin (23/03/2020) di Pasar Bundaran, yang mana harga Sayur Sawi biasanya 1 Kg 6.000, saat ini sudah naik menjadi 9.000/Kg.

    Gula biasanya 13.000/Kg, naik menjadi 17.000 hingga 18.000/Kg.

    Bawang Merah biasanya 30.000/Kg, naik menjadi 37.000 hingga 38.000/Kg.

    Telor Ayam biasanya 39.000/Papan, naik menjadi 45.000/Papan.

    Minyak Makan Biasanya 10.000/Kg, naik menjadi 12.000 hingga 13.000/Kg.

    Telor Bebek Biasanya 60.000/Papan, naik menjadi  66.000/papan.

    Ketika ditanya kepada pedagang kenapa bahan-bahan pokok (Sembako) mengalami kenaikan harga, sang pedagang mengatakan, "Ya kemungkinan akibat dampak Corona ini bang, kami sulit mendapatkan pasokan. Kemudian dari Agen ditempat kami ambil bahan-bahan sudah naik harganya," ucap salah satu pedagang pasar bundaran. 

    "Tentunya kami menaikan harga jualan kami bang, agar kami memdapat untung," tandasnya sembari memberikan gula yang dibeli oleh media erapublik.com.

    Salah satu emak-emak yang mengaku namanya Ani berdomisili di Kelurahan Bukit Batrem yang berbelanja di Pasar Bundaran ini saat ditanya tentang kenaikan harga bahan-bahan pokok, ia mengeluh. Sebab tak tau apa penyebabnya harga-harga bahan pokok kenaikan harganya drastis.

    "Entahlah bang, entah apa pasal bahan-bahan pokok di pasar pada benaikan semua. Entah mungkin gara-gara Corona ni agaknya. Hajaplah kalau kayak gini bang, apa lagi ini mau dekat-dekat ramadhan, bisa-bisa harga bahan pokok naik lagi. Mampuslah kita kalau kayak gini." tandasnya sembari menenteng belanjaannya.

    Terkait persoalan ini, media erapublik.com mencoba konfirmasi kepada Kepala Dinas Perdagangan Dumai Zulkarnaen via Whatsappnya, apakah Instansi Dinas ini sudah mengetahui tentang kenaikan harga-harga bahan pokok di Pasar Bundaran. 

    Zulkarnaen mengatakan, bahwa terkait Virus Corona ini, semua daerah menutup diri, sehingga bahan-bahan pokok yang biasanya masuk dari daerah-daerah Wilayah Sumatera maupun pulau jawa tersendat, akibat semua daerah menutup diri akibat Virus Corona (COVID 19).

    "Nah saat ini yang dijual dipasar-pasar tersebut bahan-bahan lokal atau stok pedagang yang belum habis, nanti jika stok mereka habis, maka pedagang akan kewalahan mendapatkan pasokan," ucap Kadisdag Dumai via telfonnya. 
    Oleh karena itulah Walikota Dumai telah mengeluarkan surat edaran pada tgl 20 Maret 2020 perihal pengawasan ketersediaan bahan pokok penting (Bapokting), maka dihimbau kepada pengelola fasilitas perdagangan agar tidak melakukan penimbunan bahan kebutuhan pokok masyarakat, masker dan hand sanitizer.

    Pembatasan pembelian sembako untuk keperluan pribadi diantaranya:

    1. Beras maksimal 10 Kg
    2. Gula maksimal 2 Kg
    3. Minyak maksimal 4 liter
    4. Mie instant maksimal 2 dus

    "Nah surat ini sudah kita tempel-tempelkan di warung-warung dipasar, agar para pedagang dan pembeli dapat membaca informasi tersebut. Dan kita juga menyampaikan secara langsung untuk mematuhi surat edaran Walikota tersebut." ucap Zulkarnaen.
    Menurut Zulkarnaen, bahwa pihaknya sudah melakukan croschek diberbagai gudang-gudang di Dumai sebagai tempat penyimpanan bahan-bahan sembako. 

    "Seluruh gudang kosong," ujar Kadisdag Dumai. 
    "Mengenai kapan akan berakhirnya persoalan ini, kita tidak bisa memastikannya kapan. Sebab persoalan Corona ini juga belum tau kapan akan berkahirnya." tandas Kadisdag ini. 

    Lalu media erapublik.com mencoba konfirmasi kepada Ketua Komisi II DPRD Dumai Gusri Effendi, apakah Komisi II sudah mengetahui atau belom terkait kenaikan harga bahan pokok di pasar bundaran tersebut. 

    "Kita belum tahu, nanti kita croschek dulu kebenarannya." singkat Ketua Komisi II DPRD Dumai ini.



    Penulis: Budi

    Post Bottom Ad