• Breaking News

    Artikel: Guru PJOK Harus Bisa Mengatasi Kekurangan Peralatan dan Perlengakapan Olah Raga


    Mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan merupakan mata pelajaran yang ada disetiap satuan pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Menengah Atas. mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada penjelasan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 37 UU dituliskan bahwa bahan kajian pendidikan jasmani, olahraga dan kesehatan dimaksudkan untuk membentuk karakter peserta didik agar sehat jasmani dan rohani, dan menumbuhkan rasa sportivitas. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan ditekankan untuk mendorong perumbuhan fisik, perkembangan psikis, keterampilan motorik, pengetahuan dan penalaran, peghayatan nilai-nilai (sikap mental, emosional, sportivitas, spiritual, dan sosial), serta pembiasan pola hidup sehat yang bermuara untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan kualitas fisik dan psikis yang seimbang.

    Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan mempunyai peranan kunci yang tidak dapat diabaikan begitu saja, karena guru berperan penting  dalam menjadikan  murid yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap yang lebih sempurna. Memang sangat kecil sekali perbedaan tujuan siswa yang mengikuti pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan  dengan seorang atlit, sama-sama melaksanakan aktivitas fisik yakni kegiatan Olahraga Dan guru Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan harus memahami tujuan yang dimaksud dalam undang-undang sistem pendidikan nasional dan bisa menyampaikan kepada siswa tujuan dari proses belajar dan mengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Terkadang  tidak sedikit  yang salah menafsirkan mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan merupakan mata pelajaran yang bertujuan untuk menghasilkan atlit yang professional, sehingga mengabaikan tujuan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang diamanatkan dalam undang undang system pendidikan nasional. Tentu sangat jauh sekali tujuan yang diharapkan apabila mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan yang ada disekolah sebagai satu-satunya cara untuk menjadikan atlit olahraga. Sehingga jika salah penafsiran tentang Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan maka akan berdampak terhadap cara dan proses belajar mengajar yang dilakukan dalam satuan pendidikan. Serta tentunya harus memiliki sarana dan prasarana yang memadai sesuai standar atlit dan jauh sekali dari kata memodifikasi peralatan dan perlengkapan. Selain itu juga Dalam proses pelaksanaan praktik dilapangan akan memberikan peluang resiko cedera yang lebih besar kepada peserta didik apabila sarana dan prasarana yang digunakan tidak sesuai standar nya
    Maka dari itu sudah saat nya sekarang ini kita memahami maksud dan tujuan dari apa yang diamanat kan didalam undang-undang pendidikan nasional untuk mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan dan menghilangkan penafsiran yang salah dari tujuan Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, jika sudah demikian maka akan tercapai tujuan pendidikan nasioanl yang dimaksud. Untuk itu dalam proses belajar mengajar Pendidikan Jasmani  olahraga dan Kesehatan, keberadaan alat fasilitas olahraga mempunyai peranan yang sangat penting terutama untuk kelancaran jalannya proses belajar mengajar di sekolah tetapi jangan lah kekurangan peralatan dan perlengapan olahraga tersebut menjadi alasan untuk materi tertentu tidak diajarkan disekolah, karena Sebagai seorang Guru Pendidikan Jasmani  Olahraga dan Kesehatan tentunya harus harus mampu mengatasi segala persoalan kekurangan peralatan dan perlengkapan olahraga yang ada. jika peralatan dan perlengkapan sudah memadai dan tersedia maka harus tetap dijaga dengan perawatan secara baik dan benar semua peralatan dan perlengapan olahraga yang dimilikinya, agar dapat bertahan lebih lama dan awet, terutama perlu disediakan tempat yang khusus. Jika peralatan dan perlengkapan tidak mencukupi bahkan tidak ada maka salah satunya dengan memodifikasi peralatan dan perlengkapan untuk menunjang proses belajar mengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan agar proses belajar mengajar bisa berjalan dengan baik dan mencapai tujuannya, proses  memodifikasi dalam mengajar dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan lain atau bentuk lain tanpa menyimpang dari prinsip-prinsip gerakan.

    keadaan alat dan fasilitas olahraga yang dimiliki sekolah masih sangat kurang dibandingkan dengan jumlah siswa yang ada disuatu sekolah tersebut, peralatan dan perlengapan yang ada disuatu sekolah belum tentu bisa memenuhi kebutuhan dengan jumlah siswa yang ada, bahkan ada sekolah yang malah tidak mempunyai peralatan dan perlengapan yang memadai.  bisa dapat-dibayangkan bagaimana keadaan dengan daerah-daerah lainnya. Pada hal alat dan fasilitas olahraga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pengajaran Pendidikan Jasmani  Olahraga dan Kesehatan di sekolah. Dengan demikian berarti bahwa peralatan dan perlengapan olahraga yang ada diberbagai Sekolah tersebut, belum memenuhi syarat untuk kegiatan proses belajar mengajar Sub Bidang Studi Pendidikan Jasmani  Olahraga dan Kesehatan.
    Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan dibahas mengenai bagaimana peranan Guru Pendidikan Jasmani dapat mengatasi kekurangan peralatan dan perlengkapan olahraga yang ada sekolah, sehingga tidak mengganggu jalannya proses belajar mengajar.  Sekalipun ketentuan peralatan olahraga yang harus disediakan sekolah harus sedemikian rupa, akan tetapi bentuknya tidak harus berupa peralatan yang sebenarnya (standar) dan boleh dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Jika peralatan sudah tersedia maka lakukan perawatan peralatan dan fasilitas olahraga tersebut.

    Perawatan Peralatan dan Fasilitas Olahraga.

    Adanya fasilitas olahraga di sekolah, memungkinkan jalannya proses belajar mengajar menjadi lancar, sedang pengaruhnya dari segi mental anak latih, fasilitas menjadikan daya dorong (motivasi) yang cukup kuat menjalankan Jatihan-Iatihan yang dibebankan. TerIebih lagi kalau tersedia fasilitas latihan yang modern dan canggih, sudah barang tentu akan menimbulkan semangat berlatih yang tinggi dan semakin menumbuhkan rasa cinta dari anak didik terhadap olahraga yang dipelajari nya, dan merupakan point tersendiri bagi upaya pencapaian prestasi olahraga secara maksimal, maupun memudahkan tercapainya tujuan pendidikan.

    Permasalahannya sekarang, para guru pendidikan jasmani pada umumnya kurang mampu menggunakan dan merawat peralatan dan perlengapan yang dimiliki secara tepat dan benar sehingga tidak menunjang sepenuhnya pengembangan prestasi olahraga, maupun tercapainya tujuan pendidikan, bahkan peralatan olahraga tersebut clalam jangka waktu yang tidak lama menurun kualitasnya.

    Melihat kenyataan tersebut perlu kiranya penanganan secara serius mengenai masalah peralatan dan perlengapan olahraga termasuk didalamnya begaimana cara penggunaan yang tepat dan bagaimana perawatannya yang betul sesuai dengan karakteristik fasilitas tersebut sehingga perannya dalam pembinaan olahraga akan terasa. Menggunakan peralatan dan perlengapan olahraga yang sesuai dengan materi ajar merupakan peroses mendidik siswa menjadi lebih disiplin dengan penggunaan peralatan dan perlengapan olahraga

    Masing-masing cabang oJahraga, kebutuhan peralatan dan perlengapan yang diperlukan tentunya berlainan, baik dari segi bentuknya maupun bahan pembuatannya. Dengan demikian penggunaan dan perawatannya pun berbeda-beda pula.

    Pemahaman akan karakteristik masing-masing alat olahraga yang dipakai terutama bagi yang terlibat langsung dengan peralatan tersebut sangat diperlukan, karena hal ini akan berpengaruh terhadap nasib dari peralatan dan perlengapan tersebut terutama penjagaan alat agar tetap pada kondisi kualitas yang baik. Ada kasus sederhana dalam penggunaan peralatan dan perlengapan olahraga yang tidak tepat  sehingga hal tersebut lah yang akan membuat peralatan dan perlengapan olahraga tidak bertahan lama dan cepat rusak serta peserta didik tidak mempunyai rasa memiliki dan ingin menjaga peralatan dan perlengapan tersebut. Misalkan dalam penggunaan bola voli yang seharus nya pada materi permainan bola voli tetapi digunakan diluar materi dan bukan materi bola voli. Disini lah tugas guru olahraga diuji dan dituntut selain bisa memberikan pengetahuan pembelajaran sesuai materi juga diminta untuk mengkoordinir penggunaan peralatan tersebut sehingga peserta didik terbiasa dengan keadaan proses belajar mengajar sesuai dengan materi yang diajarkan.

    memperIakukan fasilitas peralatan yang dipakainya semata-mata diartikan dengan menyimpan alat-alat tersebut  setelah diperguanakan baik seeara individu maupun kelompok, akan tetapi perawatan mempunyai makna (Dekdik- bud, 1993:10), antara lain:

    1.Bagaimana Cara Memakai 
    Cara memakai tergantung pada masing-masing cabang/nomor-nomor olahraga. Cara memakai mempunyai keterkaitan dengan metode- metode mengajar, tentu akan melibatkan orang perorangan yang menerapkan proses belajar mengajar, cara-cara yang baik dan benar diterapkan.Kekeliruan di dalam penerapan metode atau cara mengajar akan berakibat fatal karena penerapan pemakaian alat yang salah akan merusakalat atau fasilitas lainnya.

    2.Bagaimana Cara Membersihkan 
    Orang selalu mengartikan kata "membersihkan" yakni biasanya dikaitkan dengan apabila suatu alat telah dipergunakan atau kotor akibat dipakai. Padahal pengertian membersihkan adalah apabila alat tersebut kotor, Alat-alat yang kotor, apabila dipakai atau tidak, tetap harus dibersihkan agar awet.

    3.  Cara Mengambil dan menyimpan Alat 
    Mengambil dan menyimpan alat harlis mempunyai eara dan pola yang rapi dan benar. Sebagai contoh, pada pengarnbilan bola kelapangan, harus dimasukkan kedalam box, kejaring agar bola tidak tercecer. Alat-alat olahraga tidak boleh dicampur dengan alat-alat lain, sehingga mempunyai kesan ibarat perpustakaan alat-alat olahraga seeara khusus. Oleh karena penyimpanannya secara khusus, maka pemeliharaan serta pengawasannya akan lebih mudah karena sudah tertata dan terinventarisir pada masing-masing bagian atau lokasi, dan memudahkan bagi pegawai yang menjaganya.

    4.Modivikasi Dalam Mengajar 
    Dalam mengajar pendidikan jasmani seorang guru harus mampu menggunakan alat apa saja yang berada disekitarnya. Peralatan yang serba berukuran standar kadang-kaclang tidak cocok digunakan oleh siswa dalam proses belajar mengajar.

    Untuk itu dalam mengajar, keterbatasan peralatan dan fasilitas olahraga bukan merupakan suatu halangan untuk tidak memberikan materi pelajaran tertentu.
    Yang terpenting disini adalah prinsip-prinsip gerakan yang diberikan harus benar. Umpamanya mengajarkan Lempar Lembing, teknik untuk melakukan Lempar Lembing yang harus dipahami dan dikuasai serta dapat dilakukan dengan baik dan benar oleh setiap pelempar, adalah : (a) Cara memegang Lembing; (b) Sikap badan pada waktu akan melemparkan lembing; (c) Cara melemparkan lembing; (d) Gerakan lanjutan dan sikap badan setelah melemparkan lembing, dan (e) Cara mengambil awalan.

    Sekalipun sekolah tidak memiliki peralatan Lembing, pelajaran dapat dilakukan dengan menggunakan peralatan lain, sepanjang tidak menyalahi prinsip-prinsip gerakan tadi. Potongan-potongan bambu atau kayu yang terdapat disekitar lapangan, dapat digunakan sebagai pengganti lembing. Guru harus memiliki kemampuan bagaimana menciptakan Lembing dari potongan-potongan bamboo atau kayu bekas, yang semula tidak terpakai lagi, bisa dibuat dengan ukuran pendek sebanyak-banyaknya, selanjutnya dijadikan alat pelajaran untuk mengajar lempar lembing. Aip Syarifuddin (1992: 168) mengatakan, bahwa untuk mengajarkan Lempar Lembing dapat dimodifikasikan dengan menggunakan bola kasti sebagai pengganti lembing yang sebenarnya.

    Mengajarkan lompat tinggi kepada siswa, kadang-kadang seorang guru dihadapkan pada persoalan tidak dimilikinya secara lengkap peralatan Iompat tinggi oleh sekolah bersangkutan. Padahal materi ini harus diajarkan, oleh karena itu seorang guru dapat memodifikasinya dengan cara membuat tiang lompat yang sangat sederhana, sedangkan mistarnya dapat menggunakan karet gelang yang dirangkai sedemikian rupa, disamping sangat lentur juga tidak membahayakan bagi siswa. Kalau kita amati, pelajaran Atletik yang tercantum dalam kurikulum Pendidikan Jasmani materinya cukup banyak, maka seorang guru dituntut harus mampu mengatasi semua persoalan yang berkaitan dengan terbatasnya fasilitas dan peralatan oJahraga yang dimiliki sekolah.

    Demikian juga untuk materi cabang permainan. Suatu contoh,seorang guru akan mengajarkan permainan Sepakbola. Banyak sekolah tidak memiliki bola sepak karena harganya sangat mahal, serta kesulitan untuk menerapkannya dilapangan, karena tidak memiliki halaman atau lapangan yang cukup luas. Mengatasi persoalan semacam ini, seorang guru harus mampu memodifikasinya kalau bola sepak harganya sangat mahal, maka dapat diganti dengan bola yang terbuat dari plastik dan harganya sangat murah. Lapangan dapat dirubah dengan ukuran yang lebih kecil dan jumlah pemain dapat disesuaikan dengan ukuran lapangan yang ada.

    Mengajarkan permainan Bolavoli di sekolah, kadang-kadang menghadapi persoalan serupa. Terbatasnya yang dimiliki sekolah, maupun lapangan yang ada tidak cukup untuk menunjang jalannya pelaksanaan pelajaran, untuk memecahkan persoalan semacam ini seorang guru dapat menggunakan bola yang terbuat dari plastik, dan sekaligus lapangan dapat diperkecil apabila memang tidak memiliki halaman yang luas. Net diganti dengan membentangkan tali dengan ukuran tinggi disesuaikan dengan postur tubuh anak, jumlah pemain disesuaikan denganluas lapangan yang ada.

    Untuk permainan basket, sekalipun tidak memiliki lapangan basket yang sebenarnya, dapat dimodifikasi dengan merubah bentuk permainan sedemikian rupa, bolabasket dapat diganti dengan bola yang terbuat dari karet atau bola sepak bekas, ringnya bisa menggunakan anak, ditempatkan dengan posisi berdiri di atas kursi. Anak tugasnya menangkap bola yang diarahkan padanya oleh pihak penyerang sebagai pengganti ring, Sedangkan regu bertahan, berusaha sedemikian rupa mencegah agar supaya bola tidak dapat ditangkap oleh anak yang berdiri di atas kursi tadi. Permainan Basket semacam ini, bila diterapkan ternyata tidak kalah menariknya bila dibandingkan dengan permainan Bolabasket dengan menggunakan lapangan Basket yang sebenarnya, karena anak yang berdiri di atas kursi sebagai pengganti ring basket, akan berusaha pula untuk dapat menangkap bola yang diarahkan padanya. Aturan permainan bisadibuat oleh guru, umpamanya kalau anak yang berdiri di atas kursi dapat menangkap bola yang diarahkan padanya tidak tetap dalam posisi berdiri di atas kursi, maka hasil tangkapannya dinyatakan gagal.

    Begitu juga dengan materi renang yang ada ditingkat satuan pendidikan, materi nya tercantum dikurikulum, kendala yang dihadapi tentunya ketersediaan kolam renang, tapi tidaklah menjadikan alasan materi renang tidak diajarkan, minimal anak mendapatkan pemahaman tentang renang. Selain itu juga untuk praktik sendiri bisa anak memperagakan gerakan kaki, tangan, dan kepala tanpa harus ada media air atau kolam renang. Karna untuk memnggerakkan bagian tubuh tersebut masih bisa digerakkan tanpa adanya kolam renang. Duduk diatas kursi minta anak menggerakkan bagian tubuh kaki, tagangan dan kepala. 

    Kesimpulan
    Berdasarkan pada pembahasan dimuka, maka dapat ditarik suatu kesimpulan sebagai berikut :
    Keberadaan peralatan dan perlengapan olahraga mempunyai peranan yang sangat penting demi untuk
    kelancaran jalannya proses belajar mengajar Bidang studi Pendidikan Olahragadan Kesehatan.
    Kekurangan peralatan dan perlengapan olahraga dapat diatasi melalui susulan rancangan anggaran dan dan belanja sekolah, berdasarkan yang ada.
    Guru Pendidikan Jasmani, harus memiliki kemampuan memodifikasi peralatan dan perlengapan yang digunakan dengan bentuk peralatan lain sepanjang tidak menyalahi prinsip-prinsip gerkaan, serta mampu dalam menggunakan, merawat peralatan dan perlengapan Olahraga yang dimiliki secara baik.

    Biodata Penulis

    Nama
    :
    DASRIL AMRI, S.Pd
    NIP
    :
    198712092011021001
    Pangkat/Golongan
    :
    III/B
    Jabatan
    :
    GURU
    Mata Pelajaran yang Diampu
    :
    PENDIDIKAN JASMANI, OLAHRAGA DAN KESEHATAN
    Tempat & Tgl Lahir
    :
    BANTAN TUA, 9 DESEMBER 1987
    Jenis Kelamin
    :
    LAKI-LAKI
    Agama
    :
    ISLAM
    Nama Unit Kerja
    :
    SMA NEGERI 2 BENGKALIS
    Alamat Unit Kerja               
    :
    JL. PRAMUKA, DESA AIR PUTIH,BENGKALIS
    Alamat Rumah
    :
    JL. LEBAIWAHID, BANTAN TUA
    Telepon Rumah & HP
    :
    08117502949
    E-mail
    :
    dasril.amri@ymail.com
    NUPTK
    :
    4541765667120003
    NPWP
    :
    45.115.026.2.219.000


    Post Bottom Ad