• Breaking News

    L-KPK dan PMII Layangkan Surat ke DPRD Tinjau Ulang Izin Operasional PT. KAN (Genk)


    ROHIL-Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi (L-KPK) bersama Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surati Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir, agar meninjau ulang  Izin Operasional Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT.Kencana Andalan Nusantara Kepenghuluan Makmur Jaya Kecamatan Bagan Sinembah Raya diterima melalui Anggota Fraksi PDI Perjuangan Maria Tambunan. Rabu 18 Maret 2020.

    Permohonan tersebut didasari dari tindakan Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit yang diduga dengan sengaja membuang limbahnya kealiran sungai Gayantri dengan dibuktikan telah pernah diberikan teguran dan banyaknya media Online menyoroti hal ini.

    Indra Kurniawan Akbar, Wakil Ketua Lembaga Komunitas Pengawas Korupsi Kabupaten Rokan Hilir,Rabu (18/03) Kemarin kepada awak media mengatakan, Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir harus bertindak tegas karena jelas jelas PT.Kan sudah melakukan pelanggaran sudah pantas pembekuan Izin sementara.

    Dan kembali dikaji Izin perusahaan tersebut apakah  sudah layak untuk operasi dampak apa yang masyarakat dan lingkungan dapatkan serta harus memperbaiki semua hal terkait kerusakan alam termasuk mengembalikan Fungsi Sungai seperti sediakala yang terbebas dari pencemaran dengan surat ini kami menunggu kepedulian Wakil rakyat.

    "Pemkab Rohil harus tegas dan Berani serta sudah sepantasnya sanksi pembekuan Izin atau dicabut izin tersebut yang telah diberikan, di karena jelas keberadaan Perusahaan tersebut sudah mencemari lingkungan dengan merusak Iklim sungai dan matinya Biota Bawah Air."katanya.

    Ditambahkan Indra" Apalagi sebelumnya PT.Kencana Andalan Nusantara (Genk) Sudah pernah ditegur Oleh Dinas Lingkungan Hidup pada Bulan Oktober 2019 lalu tetapi sama sekali tidak di indahkan bahkan dengan berdalih menunjukan kebenaran Meraka sendiri, maka berdasarkan hal tersebut kami berharap Pemkab Rohil berani dan bertindak tegas."Ucap Indra.

    Dilain tempat Ketua Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Nggalih Prastyo Legowo, saat ditemui wartawan dirinya mengatakan,Sebagai Mahasiswa kami mengatakan Perusahaan tersebut tidak layak berada ditengah tengah Masyarakat karena tidak memikirkan segala Aspek Kemanusiaan dan Lingkungan.

    "Seharusnya berdirinya  Perusahaan di daerah itu menjadikan sisi positif untuk warga sekitar perusahaan tersebut tetapi lain hal dengan kehadiran Pabrik Kelapa Sawit PT.Kan, tidak memiliki nilai positifnyadapat kita lihat bersama jalan bukan semangkin bagus tetapi tambah parah dan mencemari sungai pula dengan membuang limbah apakah Perusahaan seperti ini patut dipertahakan lebih baik ditutup saja," Ucap Nggalih.

    Di harapkan oleh Ketua Komisariat STAI Rokan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia"Diharapkan kepada seluruh wakil rakyat (Anggota DPRD Rohil) surat yang kami layangkan dapat di akomodir tetapi jika tidak juga ditangapi mau tidak mau langkah penyampaian di depan umum yang akan kita tempuh demi terwujudnya Rokan Hilir yang bermartabat," Pungkasnya.



    Sumber: Tim IWO.
    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad