• Breaking News

    Ini Tips Dari Bang Wahyudi El Panggabean Buat Para Kuli Tinta Agar Menjadi Wartawan Sejati

    Ini Tips Dari Bang Wahyudi El Panggabean Buat Para Kuli Tinta Agar Menjadi Wartawan Sejati


    NASIONAL - Wartawan atau jurnalis / pewarta adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur.

    Namun ternyata seorang wartawan juga harus memiliki insting dan naluri serta kepekaan dalam mengambil suatu objek yang dijadikan menjadi suatu bahan berita yang layak dikonsumsi oleh masyarakat serta Kalayak ramai sesuai dengan fakta dilapangan.

    Selain harus peka dan teliti seorang wartawan juga harus bersikap rendah hati dan berani mengungkap semua fakta dilapangan tanpa ada yang di tutup - tutupi sehingga layak disebut menjadi seorang Wartawan Propesional atau Wartawan Sejati.

    Hal inilah yang diungkapkan oleh Wahyudi El Panggabean seorang Pengacara yang dianggap menjadi Motivator atau contoh bagi sebagian bahkan hampir seluruh Wartawan / Jurnalis Indonesia khususnya yang berada di wilayah Provinsi Riau dan sekitarnya.

    Dalam kalimat yang di postingannya di sebuah akun Facebook nya , Kanda Wahyudi El Panggabean menuliskan artikel yang berjudul Tips Menjadi Wartawan Sejati 

    Dalam ulasannya Kanda El Panggabean menuliskan bahwa seorang Wartawan atau Jurnalis diharapkan bisa menjadi seseorang yang Religius Percaya sepenuhnya kepada Tuhan yang mengatur segala sesuatunya.

    Kemudian seorang Wartawan harus mencintai Profesi Ini, kebahagianmu akan tumbuh, Cintai sepenuh hati dan jangan setengah - setengah atau mendua karena sikap mendua, melahirkan keragu-raguan Anda bisa gagal.

    Selanjutnya , Kenali profesi secara mendalam, Pelajari pilosofinya. 

    #Konfirmasi is Power of Journalist

    Meminta konfirmasi memiliki makna pembenaran informasi.  Ini salah satu kekuatan wartawan.

    Kewajiban permintaan konfirmasi bagi pihak yang bakal terberitakan, diamanahi oleh azas perimbangan dalam Pasal 1 KEJI.

    2. Membuang Rasa Takut

    Kata keberanian berasal dari kata Prancis 'coeur', yang berarti hati. Kekuatan sejati bukan berasal dari kekuatan, tetapi dari cinta.

    Kerjakan yang Anda Takutkan, keberanian muncul. Ketakutan hanyalah tentang: informasi yang tidak lengkap.

    "Ketika Anda berada pada titik tertinggi bahaya, ketakutan Anda berada pada titik terendah"

    Scott Peck dalam bukunya : The Road Less Traveled dua kelemahan dasar manusia: ketakutan dan kemalasan. 

    Kedua sifat inilah yang melahirkan jalan pintas dan  jalan mudah.

    Erich Fromm dalam bukunya: To Have or To Be, menyebut satu-satunya modus pertumbuhan psiko-pritual adalah alasan to be.

    Ketakutan dan kemalasan memberi rasa nikmat yang nyaman, instant gratification. Dan akhirnya ini menjadi racun mematikan karakter. 

    Dalam bentuk ekstrim kecanduan nikmat inilah yg disebut hedonism yang berproses bagai morfin dalam sikap.

    Untuk.itu ketakutan dan kemalasan harus dibunuh. Lantas, muncul keberanian dan rajin perpaduan keduanya melahirkan rasa kasih.

    3.Banyak Bergaul

    Joe Girard dalam bukunya Hukum Girard 250 menyebut seorang manusia mesti mampu melyani dan berteman dengan 250 orang.

    Angka itu didasarinya pada data Dinas Pemakaman: setiap seorang meninggal dilayat 250 orang.

    Kekuatan manusia ada pada jaringan. Pada jumlah pergaulan. Dengan banyak bergaul, sumber informasi makin banyak. Rezeki juga bertumbuh.

    4. Berlatih Tekun, Kunci Sukses.

    Innaccesable Island, dipenuhi  spesies burung kecil, aneh, dan tidak bisa terbang. Burung Mandar tidak pernah bersaing tidak pernah berlatih terbang.

    Martin Stervander, Ph.D adalah ahli biologi evolusi dari Universitas Oregon, peneliti species itu menyebut nenek moyang burung  ini singgah di pulau itu, sekitar 1,5 juta tahun silam.

    Karena tidak pernah menggunakan sayapnya, akhirnya burung ini tidak lagi bisa terbang. Mereka tidak terbiasa berkompetisi. Tidak biasa dikejar pemangsa.

    Jangan sampai kita mengikuti illustrasi spesies burung ini, karena kita jarang berlatih.

    Apa yang ingin kau kerjakan sesuai keinginanmu, kerjakan saja, keberanian butuh kejeniusan jika sudah dimulai mesin pikuranmu akan memanas...(Gothe).

    Berlatih, secara serius dan konsisten, menjadikan manusia, setara dengan malaykat," kata Sastrawan Amerika, Mark Twain.

    Motto ini, relevan untuk semua bidang pekerjaan yang membutuhkan skill. Termasuk wartawan, tentunya. 

    Seorang wartawan, diharuskan memahami dan memiliki skill: menganalisa peristiwa, memilah informasi, menulis berita, berkomunikasi yang baik, melakukan wawancara dsb.

    Semua ilmu ini, membutuhkan latihan serius, kontinu dan terjadwal. Hanya dengan cara itu, diharapkan seseorang memiliki skill jurnalisme.

    Buka Link Strategi Wartawan Menembus Narasumber di bawah ini:

    https://m.youtube.com/watch?v=sthsj5cFRLA&feature=share

    Penulis : Ali

    Sumber : Wahyudi El Panggabean



    Post Bottom Ad