• Breaking News

    Dr Elviriadi: Terasa Spirit Hasan Hanafi, Pada Kritik Ekologis Jikalahari



    PEKANBARU- Krisis lingkungan hidup di  provinsi Lancang Kuning tak kunjung mereda. Selain banjir bandang, kebakaran hutan dan gambut menjadi menu tahunan masyarakat.

    Sejauh ini, masih terdapat elemen masyarakat yang terisi kaum muda dalam merespon isu-isu kerusakan ekologis, salah satu nya Jaringan Kerja Penyelamat Hutan (Jikalahari). Perhatian khusus terhadap sepak juang NGO Lingkungan mencuat dari apresiasi Pakar Lingkungan Dr.Elviriadi.

    Dihubungi melalui aplikasi Whatsaps Massanger Senin (25/Mei) pria asal Meranti itu angkat bicara. Ya, saya merasakan spirit dan substansi Hasan Hanafi pada kritik kritik Jikalahari," Jelas nya mengawali.

    Ketua Departemen Perubahan Iklim Majelis Nasional KAHMI itu menjelaskan, dalam gerakan islam pemikiran Hasan Hanafi kurang diwujudkan.

    "Ide Al Yasar Al Islami (kiri islam) Hasan Hanafi adalah islam sebagai agama pembela kaum tertindas dan keadilan semua makhluk. "Sayangnya, yang dikembang  umat islam hari ini kan sekolah, pesantren, rumah sakit, panti asuhan, zakat, dll. Nah, di kekosongan ruh islam terhadap ketidak adilan ekologis inilah Jikalahari tampil gegap gempita," Papar Dr Elviriadi.

    Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah ini menyampaikan bahwa sebagai sistem yang kaafah (menyeluruh) seharusnya islam tampil membela buruh, petani, nelayan, dan melawan pengerukan  tambang serta eksploitasi sumber daya alam.

    "Bagi Jikalahari, Walhi, dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pekanbaru penderitaan manusia akibat kabut asap, musnahnya satwa, serangga, reptilia, keanekaragaman hayati dan semua makhluk Allah harus ada yang ngurusin. Makanya kawan kawan itu mainkan jurus Hasan Hanafi untuk melawan para konspirator berdasi perusak ekologi,"  ketua mantan aktivis 98 itu.

    Pria gempal yang sering jadi saksi ahli itu tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya pada organisasi islam dalam konteks kesenjangan ekologis di tanah air.

    Ah, payah nak becakap, konflik agraria dan perampasan lahan betambun (banyak)  di pelosok negeri, tapi ape agham, tak mau orang berjihad melawan penjahat hutan de, untung ade Jikalahari dan Elv Hang Jebat From Meranti," pungkas dosen yang istiqamah gunduli kepala demi nasib hutan.



    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad