• Breaking News

    Minim Perhatian PKS, Penghulu BSP Keluhkan Kerusakan Jalan


    ROHIL- Keberadaan jalan Utama (Main Road) Kepenghuluan Bagan Sapta Permai (BSP) Kecamatan Bagan Sinembah setakat ini kembali dikeluhkan oleh banyak warga, Senin 18 Mei 2020 Pukul 10.30 Wib.

    Demikian diungkapkan oleh Datuk Penghulu Bagan Sapta Permai, H Sutejo Spd saat dihubungi melalui Via ponselnya. Bahkan dirinya juga mengaku bahwa perihal kerusakan jalan itu adalah bukan lagi rahasia umum, khususnya warga masyarakat.

    " Saya rasa persoalan jalan Main Road yang rusak itu bukan lagi masalah kemarin sore, tapi sudah lama terjadi. Bahkan masyarakat saya (BSP, Red)  saya rasa sudah cukup mengerti penyebab kerusakan jalan itu," Ujar Sutejo. 

    Padahal, lanjutnya lagi asal muasal jalan itu adalah  jalan yang diperuntukkan sebagai  jalur truk mengangkut sawit milik warga Pir Lokal. Dimana, badan jalan itu adalah bagian dari kebun sawit warga yang di belah.

    "Dimana, jalan itu sejak dari dibentuk sampai sekarang mutlak masih menjadi tanggungan warga. Pasalnya, seluruh warga Bagan Sapta Permai itu hasil produksi kebunnya selalu dipotong Rp 9 perkilogramnya dan dikelola melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Anugerah," Ungkap Sutejo.

    Potongan ini katanya dimaksudkan sebagai dana perawatan dan perbaikan mulai dari panel jalan hingga jembatan. Namun kenyataan dilapangan miris kita melihat. Banyak sekali armada perusahaan lalu lalang  melintas dijalan itu tanpa ada rasa tanggungjawab.

    " Tapi nyatanya saya lihat di lapangan banyak lobang yang dalam dan tanjakan yang rusak, sepertinya ada kesan pembiaran dan masa bodoh. Apalagi setiap hari armada yang keluar masuk PKS, sementara jalan tersebut yang tadinya Hotmix nya bagus dengan kelas III kini berubah menjadi kubangan kerbau setiap musim hujan,karena armada yang melintas itu rata-rata bobotnya 40 ton," Imbuhnya.

    Dan oleh karena itu dirinya meminta peran serta dari pihak perusahaan agar ikut memberikan kontribusinya serta tetap komit memperbaiki jalan tersebut. Karena kualitas jalan hanya mampu dilalui armada berkapasitas 8 ton. 

    " Intinya, kami masyarakat Kepenghuluan Bagan Sapta Permai sebenarnya tidak keberatan, tapi komitmen perusahaan harus diwujudkan, karena sampai saat ini pihak perusahaan seperti lalaikan begitu saja. 

    Apa perlu saya buat aturan yang lintas wajib Armada bobot 8 ton saja. Sekali lagi saya tekankan pihak PKS yang lintas jalan tersebut  mohon perhatiannya dan pengertianya, jangan sampai warga masyarakat resah dan marah," Tegas Sutejo.



    Editor: Toni Octora.


    Post Bottom Ad