• Breaking News

    3 Tokoh Masyarakat Dapil 3 Ajukan Hj Rusmanita Dampingi Petahana Pilkada 2020


    ROHIL- Beberapa tokoh masyarakat Dapil III Rohil yang terdiri dari Kecamatan Tanah Putih, Pujud, Tanjung Medan dan Rantau Kopar, ajukan Hj Rusmanita untuk di usung PDI- P maju di Pilkada serentak tahun ini dan dampingi Petahana Rohil H Suyatno AMp, Rabu 24 Juni 2020, Pukul 10.10 Wib.

    Menurut politisi yang juga tokoh masyarakat Pujud dan Tanjung Medan H. Mustoyo, pasalnya selama ini politisi Dapil III belum pernah duduk di bangku eksekutif Rohil," Jelas H Mustoyo.

    "Di usulkannya nama politisi perempuan tersebut, karena selama ini politisi Dapil III belum pernah duduk di Eksekutif Pemkab Rohil," katanya. Hal tersebut di ungkapkan oleh H. Mustoyo kepada awak media ini melalui Phoneselulernya pada Senin Tanggal 22/06/20.

    Lanjutnya, Dari pada diluar dapil III, kan lebih baik dari dapil III, ada beberapa politisi dari dapil III, kan ada ibuk Hj Rusmanita yang juga kader dan telah membesarkan Partai selama 3 periode dan sudah di kenal luas di Kabupaten Rohil," ucapnya," Ungkap H Mustoyo.

    Hal senada juga disampaikan oleh tokoh masyarakat Kecamatan Rantau Kopar Edi Sugito, bahkan ia menambahkan lagi bahwa kader yang sudah menjadi Srikandi perempuan PDI- P itu layak mendampingi petahana yang menurut Edi Sugito sangat berpeluang untuk  mendulang suara petahana dari suara pemilih perempuan," Jelas Edi Sugito.

    " Ibu Hj Rusmanita adalah Srikandi perempuan partai PDIP yang sudah ikut membesar partai dan berpeluang mendapatkan suara dari pemilih perempuan di Rohil," ucap Edi.

    Terkait itu Wakil bendahara Lembaga Adat Melayu Riau Kawasan Kecamatan Tanah Putih. H Asrizal, saat di hubungi melalui phone selulernya juga sependapat dengan apa yang di usulkan oleh keduanya.

    Kalau itu saya sependapat, sahutnya. Sementara itu di tempat terpisah Hj Rusmanita yang juga anggota DPRD dari fraksi partai PDI-P di saat hubungi oleh awak media ini enggan memberikan jawaban atas usulan kepada dirinya.

    Menurutnya lagi pada prinsipnya mencalonkan dan dicalonkan adalah hak politik yang ia ketahui, akan tetapi ia sangat berpegang pada perintah partainya. Memang sah-sah saja, tapi kita  menunggu perintah partai saja," jawabnya singkat.



    Editor: Toni Octora.


    Post Bottom Ad