• Breaking News

    Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Pencernaan Lingkungan PT. Bayes Biofule


    INHIL-Pencernaan lingkungan yang berlangsung secara terus menerus dalam waktu yang  lama mencemari lingkungan yang bersumber dari rembesan limbah pengolahan biofule yang di duga berasal dari kolam penampungan limbah PT. Bayas biofule mencemari lahan warga dan diduga dibuang ke Sungai Batang Kuantan atau Sungai Indragiri di Desa Bayas Jaya Kec. Kempas Kab. Indragiri hilir, Kamis 16 Juli 2020.

    Aktifis lingkungan Independen dari Lembaga IPSPK3-RI Ir Ganda Mora MSi dalam kesempatan itu mengatakan," Cukup memprihatikan mengingat pengolahan Crud Plan Oil untuk bahan biodiesel 20 tersebut menggunakan bahan kimia methanol sodium methyl untuk memurnikan atau proses trsnsferifikasi," Jelas Ganda.


    " Sehingga bila limbahnya tidak di tangani dengan baik maka akan mencemari lingkungan oleh residu bahan kimia sehingga bahan beracun dan berbahaya (B3) akan masuk kedalam tanah dan mencemari air," Ucap Ganda.

    Lanjutnya, yang mengakibatkan terganggunya kesehatan masyarakat dan membunuh ekosistem didalam sungai, demikian di ucapkan oleh Ir. Ganda Mora.M.Si aktivis lingkungan independen dari lembaga IPSPK3-RI, kepada awak media Kamis (16/07/20) lebih lanjut Ganda menyampaikannya bahwa PT. Bayas Bio fule diduga tidak memiliki izin analisis dampak lingkungan (AMDAL).

    " Sehingga di lapangan tidak ditemukan instalasi pengolahan limbah (IPAL), sehingga tidak sesuai dengan amanat undang undang nomor 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, bab 3 pasal 93 dimana dilarang membuang bahan beracun dan berbahaya ke dalam lingkungan dan diancam hukuman pidana dan perdata," Papar Ganda.

    Lanjut Ganda, ancaman perusakan lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat cukup serius oleh pengelolaan limbah B3 yang tidak serius dimana pihak perusahaan hanya ingin mendapatkan keuntungan sebesar besarnya namun merugikan masyarakat dan mengakibatkan lingkungan tercemar," Imbuhnya.

    " Maka kami dari aktivis meminta kepada Menteri lingkungan hidup dan Kehutanan dan kepolisian Republik Indonesia untuk menghentikan sementara pabrik tersebut, sampai pengelolaan lingkungannya di perbaiki sesuai dengan UU no 32 tahun 2009, untuk itu kami sudah melaporkan perusahaan PT. Bayas Biofule ke Menteri KLH-K dan Kabareskrim dengan nomor laporan No 70/ laporan-IPSPK3-RI/VII/ 2020 tertanggal 16 Juli 2020 tentang laporan pencemaran lingkungan oleh PT.bayas Biofule," Tegas Ganda.

    Lanjutnya, kami berharap agar Kementerian dan Mabes Polri segera menyidik dan menghentikan kegiatan untuk sementara, dan memanggil pihak pemilik Perusahaan untuk di lakukan penyidikan dan meminta pertanggungjawaban atas pengelolaan lingkungan tersebut," tutup ganda kepada awak media.





    Editor: Toni Octora.

    Post Bottom Ad