• Breaking News

    Dr Elviriadi: Perjuangan Riau Rebut Blok Rokan Kurang Serius



    PEKANBARU Perpindahan Kelola Minyak dan Gas Bumi dari PT. Chevron ke Pertamina membuat tokoh Riau bereaksi ingin merebut kesempatan hak kelola. Rabu 15 Juli 2020 Pukul 12.30 Wib.

    Mulai dari LAM Riau, Pemprov dan Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR) sampai tokoh independen turut meramaikan wacana  Blok Rokan itu. Menyikapi itu, salah satu aktivis Lembaga Adat Melayu Riau (LAM-R) Dr.Elviriadi dihubungi TopikNews melalui WhatsAppnya angkat bicara.

    Ya, saya mengikuti sikit sikit wacana para elit dan tokoh Riau ini nak mengambil Blok Rokan. Pada hemat saye, dari dulu beberapa wacana serupa selalu tidak serius," bebernya. Ketua Bidang AMDAL, dan Pembangunan Berkelanjutan LAMR itu menilai soliditas para tokoh Riau terbilang rapuh.

    "Penyebab jadi terkesan tak serius itu, karena kekompakan dan aoliditas antara tokoh sangat lemah. Masing masing tokoh dan lembaga punya agenda dan target yang berbeda beda,"  ungkap tokoh muda asal Meranti.

    Faktor lain, tambah akademisi ahli lingkungan itu, bargaining Riau ini amat lemah di pemerintah pusat. "Power orang Riau atau politisi Riau ini dijakarta lemah, nak jumpa Komisi VII   DPR RI,  nak jumpe Menteri ESDM, SKK Migas dan Pertamina, eeeh terasa lah siapa awak ni? Air ludah tak masin, sindir akademisi UIN Suska Riau itu.

    Apatah lagi, tambah Elv, Blok Rokan itu konsep nya B to B (Bisnis to Bisnis). 
    "Elit  Riau semacam FKPMR atau Gubernur Syamsuar itu sudah bicara Konstelasi Perminyakan Global, kelembagaan (BUMD) yang bisa menembus pasar dunia. Stop lah bicara "kami orang Riau ingin, "kami siap lahir bathin, "kami ingin sejahterakan masyarakat". Ini justru ketahuan tak kompeten, " kritik mantan aktivis mahasiswa.

    Elviriadi menyarankan tokoh Riau merubah pola perjuangan vertikalnya dalam merebut sumberdaya minyak yang lama dikelola pusat dan pihak asing seperti Blok Rokan.

    "Rubahlah gaya tu, Wak! Nak gaya keras, serius macam Aceh, dapat Otsus. Nak yang soft, ikuti soliditas politisi Sumbar. Riau ini  negeri kaye, kalau perjuangannya tak serius,  terniat pulak nak jadi komisaris, direktur Blok Rokan, tak ade can de. Ketawe lah SKK Migas dan Pertamina tu, pungkas peneliti gambut yang istiqamah gunduli kepala demi nasib hutan.




    Sumber: topiknews.com.
    Editor: Toni Octora.


    Post Bottom Ad