• Breaking News

    Artikel: Usaha Mengatasi Polusi Udara Dengan Tanaman Lidah Mertua

     


    Masalah polusi udara kerap menjadi penyebab penyakit pernafasan yang dialami masyarakat. Dampak dari polusi udara bisa dirasakan diberbagai wilayah akibat kebakaran hutan, limbah industri, atau asap kendaraan. Tak hanya kesehatan fisik, polusi udara juga mempengaruhi kehidupan sosial dan perilaku seseorang, khususnya kebahagiaan. Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan dalam jurnal Nature Human Behaviour memperlihatkan penurunan tingkat kebahagiaan yang disebabkan oleh polusi udara. Tingginya pertumbuhan ekonomi di Tiongkok yang tidak selaras dengan tingkat kesejahteraan masyarakatnya menjadi dasar mengapa penelitian tersebut dilakukan. Studi sebelumnya menunjukkan dampak dari polusi udara merusak kesehatan, kemampuan kognitif, dan mengganggu produktivitas.

    Penelitian yang dilakuka BMC Publin Health juga memperlihatkan efek dari kandungan partikel dan nitrogen dioksida yang terdapat pada polusi udara terhadap perilaku. Zat tersebut menyebabkan peningkatan tekanan akibat oksidasi dan peradangan di otak yang mempengaruhi munculnya perilaku negatif. Semakin tinggi kosentrasi zat di wilayah tersebut, maka semakin tidak bahagia masyarakatnya. Siqi Zeng, dosen di Departement of Urban Studies and Plannig, Massachuasetts Institute of Technology, yag menulis penelitian tersebut menggunaka data media sosisal untuk mengetahui dampak dari polusi udara terhadap kebahagiaan masyarakat di 144 kota di Tiongkok (Silfa humaira 2019).

    Dari data tersebut dapat diketahui dari mana postingan berasal serta emosi yang dirasakan, apakah sedih atau bahagia. Selanjutnya, hal itu akan dicocokkan dengan indeks kualitas udara harian di wilayah setempat. Dari analisis yang dilakukan, peneliti menemukan korelasi yang yang jelas antara dampak dari polusi udara dengan tingkat kebahagiaan masyarakat.

    Hasil penelitian menunjukkan dampak emosional polusi udara menunjukkan pada hari-hari dengan tingkat polusi yang relatif lebih tinggi, tingkat kebahagiaan menjadi lebih rendah. Sumber polusi udara yang mempengaruhi kebahagiaan menjadi lebih rendah. Sumber polusi udara yang mempengaruhi kebahagiaan di wilayah penelitian adalah penggunaan kendaraan bermotor, aktivitas industri, dan pembakaran batu bara. Udara yang tercemar memicu seseorang melakukan tindakan impulsif yang berisiko. Seseorang akan membuat keputusan berdasarkan alasan yang tidak rasional yang kemudian akan segera disesalinya. Dampak dari polusi udara seperti ini selanjutnya akan menimbulkan gangguan kecemasan jangka pendek dan depresi.

    Dengan mengetahui bahwa polusi udara memiliki dampak negatif udara kesehatan fisik maupun psikologis seseorang, setidaknya anda lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan dan lebih waspada akan bahayanya. Dari penelitian tersebut, untuk menghindari bahaya polusi udara tinggi, orang-orang di Tiongkok diketahui memutuskan untuk pindah ke kota yang lebih bersih atau tinggal di bangunan yang berbasis energi hijau. Menurut Sepdian anindyajati 2019, saat ini sedang ramai dibicarakan udara kota Jakarta yang dipenuhi dengan tingkat polusi yang tinggi. Polusi ini berasal dari asap kendaraan bermotor, pabrik, dan kebakaran hutan, serta minimnya lahan terbuka hijau di kota besar. Kualitas udara Jakarta dikatakan menjadi yang terburuk ketiga di dunia setelah Santiago dan Chongqing, Tiongkok baru-baru ini ada wacana dari pemerintah provinsi DKI untuk mengatasi permasalahan ini, salah satunya adalah menanam tanaman lidah mertua.

    Menurut Putri T.R 2013, Nama latin dari tanaman ini adalah Sansevieria. Tanaman lidah mertua juga dikenal dengan istilah tusuk gigi gajah dan tanaman ular. Habitat atau sebaran tumbuh tanaman “lidah mertua” berasal dari negara Afrika Timur, Arab, India Timur, Asia Selatan dan Pakistan. Secara geografis umumnya tumbuh di daerah tropis kering dan cocok di bududayakan di Indonesia dengan iklim yang panas, atau tepatnya dapat tumbuh mulai dari dataran rendah sampai ±300 m di atas permukaan laut. Sansevieria ini mudah dikenali, karena merupakan tanaman hias dengan pesona keindahan daun yang bertekstur kaku dan keras, tumbuh tegak berwarna kuning hijau dengan anakan di sekitar tanaman induk, tidak berbatang, berbunga dan biji. Pesona tanaman ini terletak pada kombinasi warna, model, motif dan ukuran daun pada beberapa jenis sensevieria yang tumuh dengan membawa karakter dan keunikan yang beragam.

    Sensevieria atau yang lebih dikenal dengan lidah mertua adalah marga tanaman hias yang cukup populer sebagai penghias bagian dalam rumah karena tanaman ini dapat tumbuh dalam kondisi yang sedikit air dan cahaya matahari. Keunikan Sensevieria terletak pada keindahan bentuk fisiologis tanaman yang sensual dan khas menyebabkan para pecinta tanaman hias menyukai kehadirannya, bahka sekarang menjadi tren tanaman favorit dikalangan pencintanya. Ciri keunikan Sesnsevieria pada warna warni tampilan daun, mulai dari hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, kombinasi putih-kuning dan hijau-kuning, disertai model tampilan daun yang cantik dengan model panjang dan pendek seperti bentuk tongkat, pedang, bulat runcing, dan lain-lain. Keunikan lain dari tanaman ini juga terletak pada ketahanan tumbuh pada media tanam yang tidak membutuhkan perlakuan khusus, misalnya dapat tumbuh dengan media yang tingkat kesuburannya kurang, serta tahan dengan media kering, dan hidup di banyak kondisi suhu udara (di dalam maupun luar ruangan), baik dengan pencahayaan maupun tanpa pencahayaan. Tanaman ini dijuluki tanaman sukulen, karena memiliki daun yang banyak mengandung air untu bertahan hidup. Ini karena tanaman memiliki daun panjang yang runcing dan bercorak seperti sisik ular. Selain itu, bentuk daunnya tebal dan keras. Lidah mertua juga mampu beradaptasi dan berkembang pada situasi dan kondisi apapun, walau dengan perawatan minim sekalipun.

    Selain keunikannya, Sensevieria mempunyai manfaat lain disamping keindahannya yaitu mempunyai kemampuan menyerap gas polutan (gas udara yang berbahaya). Dua manfaat tersebut saling terkait baik dalam bentuk keindahan (estetika), dan kesehatan yang diwujudkan dengan cara menanam tanaman Sensevieria di dalam ruangan (indoor). Jika tanaman diletakkan di dalam rumah atau ruang kantor, akan berfungsi sebagai penyaring kotoran, bau atau gas polutan yang ada dalam ruangan dan menjadikan udara bersih, sehingga sangat baik untuk kesehatan.Tanaman juga berfungsi sebagai keindahan ruangan yang menjadikan suasana ruangan terasa segar dan nyaman. Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration) Amerika Sarikat dan dirilis tahun 1999, menunukkan bahwa Sensevieria syndrome, yaitu suatu kedaan akut dari polusi udara yang ada di udara. Menurut NASA polusi udara menyebabkan penyakit yang dikenal dengan nama sickbuilding sundrome, yaitu suatu keadaan akut dari polusi udara yang terdapat dalam ruangan Iindoor) yang terjadi dalam lingkungan rumah atau perkantoran dalam kondisi tertutup atau minim ventilasi. Kondisi tersebut menyebabkan mata dan hidung panas seperti terbakar, tenggorokan panas dan kering, kelelahan kronis, menurunkan kemampuan kosentrasi, gemetar, mual, otot kram, kulit kasar dan kering, sakit kepala, hati berdebar, batuk, pilek, dan nafas tersengal.

    Penyerapan gas polutan oleh tanaman Sensevieria mempunyai kemampuan memberikan kesegaran udara pada ruangan yang terkena polusi gas beracun seperti karbonmonooksida (CO), yang dikeluarkan oleh asap rokok. Keistimewaan lain Sensevieria adalah mampu menyerap bahan-bahan beracun, seperti karbondioksida (CO2), benzene, formaldehyde, dan trichloroethylene.

    Di Jepang tanaman ini dimanfaatkan masyarakat untuk menghilangkan bau dari perabotan rumah tangga. Korea juga memanfaatkan tanaman ini sebagai penghalau polusi hingga radiasi. Sedangkan di Thailan ekstrak Sensevieria juga menjadi obyek penelitian Badan Antariksa Amerika Sarikat (NASA) untuk penyaring dan pembersih udara di stasiun angkasa luar. NASA merekomendasi untuk menempatkan sekitar 15-18 tanaman dalam wadah berdiametr 6-8 inch di setiap 1.800 kaki persegi ruangan atau rumah. Pertumbuhan Sensevieria sangat menarik dan cocok ditanam baik di lahan bebas maupun di pot, karena mudah perawatannya tanpa harus membutuhkan metode dan waktu khusus. Umumnya tanaman hias indoor, lebih memanfaatkan media pot dengan jenis pot dari tanah meupun keramik. Pilihan jenis pot dari tanah yang melalui proses pembakaran, akan mempertahankan kestabilan tempaeratur media tanamn yang merupakan faktor pemicu pertumbuhan tunas baru. 

    Sansevieria merupakan salah satu tanaman yang memiliki karakter bentuk kuat kareena proses alam, dengan demikian tidak memerlukan perlakuan dan penanganan khusus cukup dibiarkan, sehingga karakter akan muncul dengan sendirinya sesuai kondisi lingkungan. Sansevieria ini merupakan jenis tanaman liar yang mudah tumbuh dimana saja, cukup diletakkan di tempat teduh, hanya sekali tanaman diarahkan ke sinar matahari serta penyiraman dengan air tidak terlalu sering. Seluruh bagian tanaman ini mampu menyimpan air dalam jumlah yang cukup banyak. Keadaan ini memungkinkan dapat bertahan di lingkungan yang ekstrim kering selama beberapa bulan. Karena sifatnya tersebut tanaman ini dikategorikan tanaman daerah kering.


    SARINI, S.Tp Merupakan guru aktif di SMAN 2 BANTAN

    Post Bottom Ad