Ticker

6/recent/ticker-posts

Artikel: Perlunya Pendidikan Moral Di Sekolah

 

Pendidikan moral bertujuan untuk menjadikan anak manusia bermoral atau bermanusiawi. Artinya pendidikan moral adalah suatu proses yang bukan hanya mengajarkan tentang akademik, juga namun non akademik khususnya berkaitan tentang sikap dan bagaimana prilaku sehari-hari yang baik. Sayangnya saat ini, di Indonesia sudah mulai  minim sekali atau hampir tidak ada guru yang mengajarkan hal tersebut. Persoalan ini tentu saja menyebabkan pemicunya kehancuran moral siswa atau siswi saat ini, dampak yang jelas sekali terlihat banyaknya tawuran yang terjadi sekarang. Hal ini membuktikan bahwa tidak terkontrolnya lagi emosi pada diri siswa, sudah mulai mengikuti hawa nafsunya tanpa bisa mengendalikannya. Hal ini tentu saja merupakan salah satu tugas guru untuk mendidik siswa siswinya untuk menjadi manusia yang bermartabat dan bisa mengendalikan hawa nafsunya. Pendidikan moral di Sekolah perlu dilaksankan dengan sungguh-sungguh untuk membangun generasi bangsa yang berkwalitas. Walau peran utama mendidik moral anak adalah di tangan orang tua mereka, guru di Sekolah juga berperan besar untuk mewujudkan moral peserta didik yang seharusnya. Keluarga, Sekolah dan Masyarakat bersama-sama bertanggung jawab untuk  mendidik anak-anak muda agar bermoral baik sekaligus pintar secara intelektual sehingga terwujud generasi muda yang unggul. Pendidikan moral di sekolah harus dirancang komprehensif mencakup berbagai aspek: Pendidik,materi, metode dan evaluasi sehingga hasilnya diharapkan bisa optimal.

Menyekolahkan anak ternyata bukan merupakan tindakan yang harus dipikirkan. Memasukkan anak kitaq di sekolah dengan pergaulan yang rusak, guru yang tidak bermoral, sekolaha yang tidak ketat terhadap kwalitas moral dan teladan guru akan beresiko besar terhadap anak. Pendidikan bukan memberikan informasi dan pengetahuan kognitif sebanyak-banyaknya kepada anak tetapi perlu juga pengetahuan bagaimana membesarkan anak dengan benar.

Gejala pengabaian aspek moral dalam sekolah terlihat semakin lama semakin marak, jarang sekolah mengeluarkan ungkapan tentang pertanggungjawaban moral guru di dalam pendidikan. Banyak sekolah yang tidak peduli bagaimana dengan sikap guru di luar sekolah. Para guru akan berbeda saat di sekolah dan di rumah.kadang saat disekolah mereka menjadi diri sendiri (kalem) namun setelah diluar sekolah kadang mereka tidak peduli dan tidak memahami bahwa mereka adalah seorang pendidik yang menjadi teladan bagi orang lain terutama bagi peserta didik. Jika begini pola yang ditunjukkan oleh para pendidik dalam tanda petik, maka akan lahir generasi yang pintar tetapi belum tentu memiliki moral yang baik. 

Saat ini pendidikan moral sudah dikalahkan oleh pendidikan yang lain seperti matematika, IPA, IPS, dan mata pelajaran lainnya. Waktu di sekolah hanya habis untuk mengejar nilai akademik. Para siswa dipaksa belajar mati-matian agar nilainya pada saat ujian nanti membaik dan bisa mengharumkan nama baik sekolahnya. Sementara guru, pelajar, dan pemerintah seakan-akan lupa ada pelajaran yang lebih penting dari itu semua yaitu pendidikan moral. Pendidikan yang akan dibawa sampai akhir hayat, pendidikan yang akan menentukan bagaimana dia dipandang di tengah masyarakat lain kelak, pendidikan yang membuat dia menjadi manusia yang berguna, pendidikan yang akan membawa akan di surga atau nerakakah siswa siswinya kelak. 

Tentu saja kita mengetahui bahwa kehancuran suatu negara dapat terjadi karena hancurnya moral beberapa warganya saja. Dari kalimat tersebut dapat diketahui bahwa kehancuran suatu bangsa bukan terjadi karena  nilai akademik memburuk namun karena moral yang hancur. Dapat disimpulkan bahwa pendidikan moral jauh lebih penting dari pada pendidikan akademik. Pendidikan moral yang akan menentukan kemana negara ini kelak akan berkembang. 

Dampak kemasa depan yanag akan terjadi jika di sekolah tidak diberikan pendidikan moral yaitu berdampak hancurnya moral siswa  atau siswi, kejahatan terjadi dimana-mana, dan tentu saja korupsi semakin bertambah merajalela. Saat ini di Indonesia banyak sekali kejahatan yang dilakukan baik dari rakyat kecil maupun pemerintah atau orang penting. Hal ini mungkin saja salah satu faktornya yaitu kurangnya atau minimnya sikap baik yang dimiliki rakyat Indonesia. Mereka tidak memikirkan orang lain, mereka hanya memikirkan bagaimana cara agar mereka bahagia. Mereka hanya memikirkan bagaimana hawa nafsu mereka tersampaikan. 

Pendidikan moral merupakan pendidikan yang mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat, seharusnya pemerintah menyadari itu dan segera menindaklanjuti. Setidaknya dengan menambahkan jam mata  pelajaran agama dan bimbingan dan konseling (BK) agar siswa atau siswi lebih memahami cara mereka bersikap dengan orang lain dan membuat hatinya lebih peka terhadap masyarakat sekitar. Jangan sampai siswa atau siswi menjadi manusia yang egois dan selalu ingin menang sendiri serta mengikuti  saja tanpa ada pengendalian dari hatinya.

Pemerintah melalui kementerian pendidikan saat ini, telah menggalakan pendidikan krakter. Program ini diharapkan mampu meningkatkan generasi yang bermoral. Tapi sangat disayangkan pada saat pelaksanaanya masih ada terjadi pengabaian terhadap pendidikan karakter tersebut karena ada kepentingan nilai Ujian Nasional (UN). Untuk meningkatkan prestasi UN maka hasil dari mata pelajaran lebih dianggap penting daripada pendidikan karakter tersebut.

Pendidikan moral juga perlu ada dukungan dari orang tua dan guru. Kerjasama kedua belah pihak ini harus terjalin dengan baik. Sehingga memiliki tujuan dan cara pandang yang sama dalam membentuk pendidikan moral pada anak. 

Pendidikan moral merupakan sesuatu yang sangat perlu dikedepankan. Oleh karena itu, di sekolah merupakan suatu keharusan yang tidak dapat diabaikan. Dengan pendidikan moral yang dilaksanakan dengan tepat maka akan menciptakan generasi yang berakhlak mulia yang mampu mengedepankan setiap tindakan dan perbuatannya sesuai dengan prinsip-prinsip moral yang berlaku dilingkungan mereka masing-masing.

Penulis

Samsudin, S.Ag merupakan Guru Aktif di SMAN 2 Bantan, Bengkalis