• Breaking News

    Mobil dan Rumah Wartawati Kampar Di Bom Molotov, diduga Terkait Pemberitaan


    KAMPAR – Para wartawan/wartawati di Indonesia termasuk salah satunya diwilayah Riau, yang mana para Jurnalistik kian hari kian cemas dalam menjalankan tugas Jurnalistiknya.

    Sebab, ketika seorang Jurnalistik mengungkap suatu persolan yang mana persoalan tersebut diketahui publik dan sang objek pemberitaan seakan tidak terima dengan pemberitaan tersebut, maka tak jarang sang objek berita melakukan mediasi damai agar pemberitaan tidak berlanjut. Dan tidak jarang pula sang Jurnalis enggan berdamai dan menghentikan pemberitaannya. 

    Maka dugaan intimidasi dan ancaman serta prilaku kriminalpun akan dilakukan kepada sang Jurnalis. Dan tak jarang kalangan Jurnalis di Indonesia mendengar bahwa terjadi kriminal kepada Wartawan/wartawati.

    Seperti yang di alami Nurhayati Syahrani Tarigan, Jurnalis/Wartawati media online Kriminalitas.com, diduga terlibat dalam salah satu kasus yang telah berhasil dihimpunnya.

    Yang mana sang pengancam meminta Nurhayati Syahrani untuk berdamai agar permasalahan yang dihimpunnya segera dihentikan dan jangan diberitakan di media pers. Namun, Rani Tarigan tak mengindahkan ancaman tersebut.

    Maka pada Kamis (24/12/2020) sekira pukul 03.00 Wib dinihari, Nurhayati Syahrani Tarigan, Jurnalis/Wartawati media online Kriminalitas.com di Desa Bukit Kemuning Kecamatan Tapung Hulu Kabupaten Kampar Provinsi Riau ini diduga mengalami teror bom molotov.

    Atas peristiwa tersebut, rumah dan satu unit mobil merk Nissan X-Trail (BM 1401 DI) milik Nurhayati Syahrani Tarigan (wartawan) terbakar, sehingga mengalami rusak parah. 

    Terkait hal ini, Nurhayati Syahrani Tarigan kepada awak media mengatakan, bahwa dua hari lalu, dirinya mendapat ancaman dari salah seorang yang diduga terlibat dalam salah satu kasus yang telah berhasil dihimpunnya. Dan sang pengancam meminta untuk berdamai agar permasalahan yang dihimpunnya segera dihentikan dan jangan diberitakan lagi di media pers. Namun, Rani Tarigan tak mengindahkan ancaman tersebut.

    Dari pantauan sejumlah media, hingga kini Tim Inafis dan Forensik Polda Riau dan Polres Kampar belum terlihat melakukan olah TKP, karena petugas saat ini masih dalam perjalanan menuju ke lokasi. 

    Namun personil Polsek Tapung Hulu, Danramil 16/TPG Kapten Inf. Taufik Sihombing dan Babinsa Peltu Suryadi sudah berada dilokasi kejadian guna melakukan pemantauan TKP. Hingga berita ini dinaik pihak Kepolisian belum bisa memberikan keterangan pers karena masih dalam proses penyelidikan.




    Sumber: Mediapesisir 

    Foto: Fb Robinson Kaper Medinas Riau

    Post Bottom Ad