• Breaking News

    PT. Usaha Baru Diduga Serobot Lahan Sawit H Amin AF

     



    ROHIL- Diduga PT. Usaha Baru (UB) milik Ny Ayen selaku warga Baganbatu, Kecamatan Bagan Sinembah, menyerobot ratusan hekatre lahan sawit milik keluarga besar Haji.  Zamzamir AF, SE, MM atau yang akrab disapa Haji Amin AF 838 yang terletak di Kep. Ujungtanjung yang juga berbatasan dengan Kel. Banjar XII,  Desa Rimba Melintang, serta di Kep. Pematang Ibul, Kabupaten Rokan Hilir.

    Dugaan penyerobotan itu diperkuat dengan adanya pengakuan tertulis dari Anis selaku penjual lahan tersebut. "Ya, saya mengakui lahan yang dikerjakan oleh PT. Usaha Baru adalah milik Pak Haji Amin, dan nama surat lahan diduga dibuat atas nama penjual lahan pada saat itu," kata Anis, Rabu (13/1/2020) saat ditemui awak media.

    Anis menerangkan, bahwa lebih kurang dua tahun yang lalu, sebelumnya dia menjual lahan 150 H ke pihak PT. Usaha Baru yang diwakili Nyonya Ayen, namun karena kurang lahannya, maka diukurnya juga lahan milik Haji Amin yang sawitnya tersebut. "Nyonya Ayen ini adalah adiknya Pak Aseng Baganbatu. Dalam hal ini saya tidak sendiri, tapi juga ada keterlibatan pihak Desa Banjar XII dan pihak lainnya saat itu," terang Anis.

    "Itu berdasarkan paret atau jembatan yang berbatasan dengan lahan pak Haji Amin dan pak Aseng itu bersebelahan, dan saat saya menjual lahan pak Haji Amin ke Nyonya Ayen itu atas nama saya dan sebagian atas nama PT. Usaha Bersama serta atasnama keluarga Nyonya Ayen," Papar Anis. 

    Lanjut Anis, selain itu lahan H Amin itu sudah lama ditanami sawit, pohon sawitnya sudah ada yang tinggi dan ada juga yang masih kecil, dan dilahan tersebut ada juga rumah barak 3 pintu untuk karyawan yang bekerja dalam mengerjakan lahan Haji Amin. 

    "Saya merasa dimanfaatkan oleh Nyonya Ayen untuk atasnama sebagai penjual lahan untuk menggarap lahan pak H Amin yang luasnya lebih kurang 300 Hektare, dan saya merasa tidak senang, karena saya merasa dirugikan," Ungkapnya.

    Anis juga menegaskan, bahwa keterangan itu juga sudah dituliskan ke notaris. "Artinya, untuk mengembalikan hak pak Haji Amin, apabila dibutuhkan saya siap memberikan keterangan ke penegak hukum," tegasnya.

    Sementara itu Haji Amin saat di wawancara awak media terkait lahannya di serobot oleh Nyonya Ayen membenarkan hal tersebut. Menurutnya, bahwa lahan itu sudah di garap oleh Nyonya Ayen beberapa bulan ini dengan menggunakan alat berat.

    "Lahan itu saya olah pada tahun 2002, dan mulai saya tanami sawit sebagian pada tahun 2004, total lahan saya di Kepenghuluan Ujungtanjung yang bebatasan dengan Kepenghuluan Pematang Ibul, Desa Rimba Melintang dan Kelurahan Banjar XII tersebut lebih kurang 400 Hektare," terang H Amin.

    Amin mengatakan, kalau memang Nyonya Ayen merasa memiliki lahan itu, dia mengajak untuk memanggil pihak-pihak terkait seperti pihak Kelurahan Banjar XII, pihak penjual, pihak PBN, pihak kecamatan, pihak kepolisian dan pihak lainnya, agar lebih jelas dan terang benderang permasalahan lahan tersebut," 

    "Saya berharap masalah penyerobotan lahan saya ini oleh PT. Usaha Baru milik Ny Ayen untuk sementara di berhentikan aktifitasnya, lebih baik kita turun ke lapangan dan kita ukur lahan saya bersama pihak terkait, biar lebih jelas," paparnya H. Amin.

    Dikatakannya, kalau dia dan keluarganya masih mau masalah ini diselesaikan secara mediasi dengan baik-baik. "Namun, kalau mereka bersikeras juga untuk lanjut perkara ini, kami juga siap kejalur yang benar. Karena saya merasa itu hak saya, jadi saya tidak ada rasa takut memperjuangkan hak saya itu," Ujarnya.

    Pantauan dilapangan, terlihat alat berat disediakan oleh PT. Usaha Baru tengah mengerjakan lahan itu, dan bahkan ada disediakan orang - orang dijagokan mengamankan pengerjaan lahan itu. Demikian pula, pihak dari Haji Amin juga tengah sibuk membersihkan lahan itu. 

    Terkait hal diatas,  pihak PT. Usaha Baru Ny Ayen melalui penasehat hukumnya Daniel Pratama SH MH mengatakan, bahwasannya pihaknya tidak ada menyerobot lahan H Amin. " Akan tetapi kami membeli lahan dari masyarakat melalui si Anis," Terang Daniel. 



    Editor: Toni Octora.


    Post Bottom Ad