Ticker

6/recent/ticker-posts

Kebun Sawit Banjir Diduga Akibat Limpahan Air Kolam Udang, Camat Bantan: Ke-2 Belah Pihak Sepakat Pelebaran Saluran Air


ERAPUBLIK.Com
| BENGKALIS - Beberapa Masyarakat Desa Pambang Baru mengeluhkan perkebunan sawit mereka banyak yang tidak menghasilkan dan juga ada yang mati diduga dikarenakan terkena limpahan air limbah tambak udang yang berada di dekat pertanian sawit yang berada di Desa Teluk Pambang, Kecamatan Bantan.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu masyarakat desa Pambang baru saat panen raya ubi yang dihadiri Wakil Bupati Bengkalis dan Wakil Ketua DPRD Bengkalis , Camat Bantan dan beberapa kepala dinas. Selasa 1 juni2021. Hal tersebut disampaikan langsung kepada wakil bupati bengkalis ketika mengajukan tanya jawab kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut beberapa masyarakat yang hadir di acara panen raya ubi meminta kepada wartawan yang hadir untuk melihat kondisi di lahan sawit tersebut, dikarenakan selalu kebanjiran.

Usai acara panen raya ubi, beberapa wartawan dan LSM langsung melihat kondisi perkebunan sawit yang dimaksud, dan sangat miris sekali lahan seluas lebih kurang 10 hektar yang berdampingan dengan tambak udang tersebut dalam kondisi kurang subur dan dikelilingi semak.


Beberapa wartawan dan LSM juga menemui pihak pengusaha udang untuk dimintai keterangan terkait pembuangan air limbah dari tambak udang, sehingga diduga mengakibatkan lambatnya pertumbuhan dan berkurangnya hasil panen pertanian sawit.

Budi salah satu penanggung jawab usaha tambak udang langsung menunjukkan lokasi Implementasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) di tambak udangnya.

Budi menjelaskan, "sebelum air limbah itu di buang, kami terlebih dahulu melakukan pengendapan dan disini ada 7 sampai 8 kali pengendapan, sehingga air yang keluar dari pengendapan menjadi bersih lagi dan tidak berbau," jelasnya.

"Jadi jika air sisa limbah terakhir masuk ke benteng lahan sawit sementara sawit itu di atas tidak mungkin bisa menggenangi lahan sawit warga tersebut, jikapun ada air melimpah itu banjir dari faktor alam seperti air pasang dilaut bukan berarti dari air limbah dari kolam udang kita," ungkap Budi.

"Makanan  atau pun kapur yang kita gunakan tidak mengandung zat kimia yang membahayakan, jika ada zat kimia yg membahayakan yang kita gunakan jelas otomatis udang yang kita pelihara bisa mati jika air itu mengandung zat kimia yang berbahaya yang bisa merusak tanaman," ujar Budi lagi.


Menyikapi hal tersebut, Camat Kecamatan Bantan Supandi melakukan peninjauan di lokasi yang di laporkan masyarakat saat menghadiri panen raya ubi kayu  di desa pambang baru.

Supandi mengatakan, "Kami dari pihak pemerintah kecamatan sudah melakukan peninjauan ke lokasi yang telah di sampaikan oleh salah satu masyarakat yaitu pak sugimin (Wak min) pada saat menghadiri panen raya di Desa Pambang Baru, dari itu kita telah menjumpai kedua belah pihak untuk mencari jalan tengah dari permasalahan ini," terang camat.

"Dari pertemuan ini kedua belah pihak sepakat untuk mengikuti mana yang terbaik, dari pihak Wak Sugimin menyepakati untuk di adakan pelebaran aliran air untuk menghindari banjir serta juga pembenahan di berbagai titik yang akan di perbarui," ujar camat Bantan

Serta dalam pengerjaan ini haruslah di serahkan kepada pihak yang memahami teknis serta pola air, dari itu kita minta pihak pemdes setempat agar mengadakan musyawarah yang di hadiri dari dinas PUPR Bengkalis serta nanti dalam musdes yang akan di lakukan nanti akan kita buat surat kesepakan antara ke dua belah pihak," terang Camat.


Ramadhan/tim