Ticker

6/recent/ticker-posts

Tuan Ali Sahbana Sarankan Pemda Rohil Buat Pengelolaan Perikanan Hasil Laut


 

ROHIL-Panglima Muda LLMB Kab. Rohil melalui Ketua bidang kelautan dan perikanan DPD LLMB lembaga laskar melayu bersatu Rohil Tuan Ali Sahbana usulkan ke Bupati Rokan Hilir tentang pengelolaan perikanan hasil laut Kabupaten Rokan Hilir, Senin 23 Agustus 2021 Pukul 09.30 Wib.


Panglima Muda LLMB Kab. Rohil Iskandar SE saat dikonfirmasi awak media melalui Tuan Ali Sahbana selaku ketua bidang perikanan dan kelautan DPD LLMB Rohil mengatan, ia berpendapat hasil laut perikanan Rokan Hilir sangat banyak," jelas Tuan Ali Sahbana


Terutama daerah yang berada di pesisir laut, seperti Kecamatan Bangko, Krcamatan Sinaboi, Kecamatan Kuba di Pulau Halang, Kec. Kubu, dan di Kec. Pasir Limau Kapas (Palika)," kata Tuan Ali Sahbana.


Misalkan di Pasir Limau Kapas, kami dapat kabar hasil ekspor ikan yang dipasir limau kapas bayar pajaknya ke daerah Sumut Medan, karena karantina yang dipakai daerah Medan, secara otomatis hasil pajak ekspor ikan tersebut tidak pemerintah daerah Kab. Rohil yang menikmati, tetapi daerah Medan. " ini yang sangat kita sayangkan," ujar Tuan Ali Sahbana.


Termasuk yang di Pulau Halang belakang dan Pulau Halang depan Kecamatan Kuba, hasil ikan busuk atau ikan kering yang ratusan ton setiap bulan langsung dibawa ke Sumut Medan, tanpa ada retrebusi ke pemerintah daerah," ungkap Tuan Ali.


Mereka jual ikan pakai kapal 150 ton ke Medan, kemudian merek balik hawa garam dari medan, artinya hasil laut dan hasil jual beli garam semuanya melalui medan. Kita dapat apa? Seharusnya hasil laut yang dipulau halang tersebut pengirimannya lewat Bagansiapiapi, ya sentralnya harus di Bagansiapi selaku pusat perikanan , kemudian baru dijual ke Jakarta, ke Medan, Surabya, maupun kedaerah lain," terang Tuan Ali.


" Untuk itu kita dari LLMB Rohil, kami usulkan khusus perikanan ini, semoga mendapat perhatian khusus oleh pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hilir," harap Tuan Ali Sahbana.


Dengan demikian kalau gudangnya di Bagansiapiapi, maka setiap hari kontainer garam masuk dan bisa anak-anak blBagansiapiapi bekerja sebagai upah bongkar, umayan untuk pekerja 10 orang setiap harinya," kata Tuan Ali Sahbana.


Jika gudang utamanya di Bagansiapiapi, maka berapa banyak tenaga kerja yang terserap dibagansiapiapi ini," ujar Ali sahbana selaku ketua bidang perikanan dan kelautan DPD LLMB Rohil tersebut.


Seperti kebutuhan garam di Pulau Halang belakang dan Pulau Halang depan, itu setau saya sangat banyak sekali hasilnya, satu bulan sekitar lebih kurang 800 ton hasilnya, bahkan lebih 1000 ton setiap bulannya," imbuh Tuan Ali.



Reporter: TO.